expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 23 Juni 2016

Materi tentang SAP (System Application and Product in data processing)




·       

  •       Pengertian 
SAP adalah suatu software yang dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP merupakan software Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. 

  • Sejarah
          -            Pada tahun 1972,ada mantan pegawai dari IBM me-launching perusahaan baru yang bernama SAP(System Analysis and Program Development)
          -            Di tahun 1974, SAP sudah berkemampuan beralih kesistem DOS dan berjalan dalam system oprasi, pada saat itu client mereka bertambah hingga 40 perusahaan
          -            1979, SAP mulai mengguakan server yaitu server keluaran dari Siemens seri 7738
          -            1982, SAP telah merasyakan ulang tahunnya yang ke 10 tahun dan sudah memiliki client sebanayk 250 dari bermacam-macam perusahaan
          -            tahun 2003, SAP bergnti nama menjadi mySAP Business Suite, dalam strateginyapun memperkenalkan solusi terbarunya dibidang ERP yaitu mySAP ERP
          -            Di tahun 2004, SAP telah memiliki 24000 costumer di lebih dari 120 negara yang menjalankan hingga 84000 instalasi software SAP.

  • Manfaat 
1.       Menambah kualitas untuk menambah daya saing di dunia industry yang sebenarnya : dalam dunia perindsutrian seseorang ditutut untuk memiliki skill dan competition yang sangat tinggi. Maka daripada itu kita harus selalu menambah kualitas hidup kita agar dapat bersaing didunia industry yang sangat keras.
2.       Aplikasi ini memiliki manfaat yang lebih tinggi daripada mempelajari system design 3D yang tentunya setiap orang yang berlatar belakang mesin wajib menguasainya.
3.       Pasti akan mendapatkan peluang yang lebih besar diterima untuk bekerja di berbagai perusahaan besar yang menggunakan system SAP dalam pengintegrasian perusahaanya.
4.       Mendukung semua aplikasi yang telah kita kuasai seperti aplikasi design 3D CAD untuk mempermudah pengintegrasian.
5.       Lebiih berpeluang masuk ke perusahaan besar dari pada orang hanya mengandalkan aplikasi umum untuk teknik mesin yang dipelajari
6.       Dan, dengan kemudahan yang diberikan SAP, pengguna akan mendapatkan kentungan yang lebih lainya.

  • Keuntungan memakai SAP
          -            SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya.
          -            SAP punya Netweaver platform, yang mensupport development dan software logistik
          -            SAP punya ABAP, business programming language yang mempermudah developer untuk implementasi business logic
          -            Menerapkan balance score card. Membuat integrative process chain dari company sampai lebih 3 tingkat ke hulu supplier dan lebih 3 tingkat ke hilir distributor. Membuat laporan keuangan konsolidasi dengan multi accounting system, multi currency dan multi-2 lainnya
          -            Mendukung integrasi proses bisnis perusahaan-perusahaan besar.
          -            Semua informasi yang tersimpan didalam SAP dapat diakses oleh bagian organisasi yang membutuhkan pada saat dibutuhkan

  • Kerugian menggunakan SAP
          -            Scope integrasi,
          -            Harga license tiap user SAP yang relative mahal,
          -            Biaya consultan yang lumayan mahal,
          -            Kelengkapan data entry dan batas waktunya yang menuntut kedisiplinan usernya. Dimana dalam mengimplementasikan SAP, perusahaan harus menyediakan SDM yang sebagai user dan penanggung jawab atas Change Management Process.

  • Modul pada SAP
Modul dan aplikasi yang terdapat dalam suatu software SAP R/3 tergantung kepada versinya. SAP secara terus menerus melakukan upgrade terhadap software R/3 agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Secara keseluruhan, SAP R/3 versi 4.6C terbagi menjadi tiga, functional area:
  1.  Financial
  2.  Logistics
  3.  Human Resources
                Sementara masing-masing functional area terdiri dari berbagai macam modul pendukung.


  1. Financial
                                  -            Financial Accounting (FI)
                                  -            Controlling (CO)
                                  -            Investment Management (IM)
                                  -            Treasury (TR)
                                  -            Enterprise Controlling (EC)
  1. Logistics
                                  -            Logistics Execution (LE)
                                  -            Sales and Distribution (SD)
                                  -            Materials Management (MM)
                                  -            Plant Maintenance (PM)
                                  -            Production Planning and Control (PP)
                                  -            Logistics – General (LO)
                                  -            Quality Management (QM)
                                  -            Project System (PS)
                                  -            Customer Service (CS)
                                  -            Real Estate Management (Industry Solution) 
III. Human Resources
                                  -            Personnel Management (PA)
                                  -            Personnel Time Management (PT)
                                  -            Payroll (PY)
                                  -            Training and Event Management (PE)
                                  -            Organizational Management
                                  -            Travel Management (TV)



  • Tipe data pada SAP
  1. Data Transaksi
Data yang digunakan untuk melakukan transaksi di SAP, contoh: membuat purchase order
Setiap transaksi akan tersimpan di dalam satu dokumen tertentu.
  1. Master Data
Data utama yang harus dibuat dengan benar supaya transaksi bisa dilakukan, contoh: material master, vendor master, customer master.Master data tersimpan secara terpusat dan digunakan oleh seluruh modul aplikasi dalam sistem SAP

  • Proses bisnis dan fungsi SAP
Secara garis besar mengenai proses-proses bisnis yang berlaku pada suatu organisasi manufacturing meliputi :
1.       Rangkaian proses end-to-end
2.       Proses Procurement to Payment
3.       Proses Order to Cash
4.       Proses Inventory/Warehouse Management
5.       Proses Plan & Manage Enterprise (FI/CO)
                Fungsinya dengan tujuan untuk mengintegrasikan keseluruhan rangkaian proses bisnis yang terdapat pada suatu organisasi.


Sumber :
- berbagai sumber dari internet
- tugas Aplikasi Manajemen Perkantoran E kelas 1DB03



Rabu, 22 Juni 2016

Drama?! Girls Like It!



Drama Korea? Pastinya! hmm cewe selalu suka drama korea entah kenapa mereka kayak ditarik buat nonton. Sekali nonton bilang biasa tapi besoknya penasaran terus nonton buat yang kedua kalinya dan ditonton sampe abis heheh.
Cewe kalo udah nonton drama korea itu kayak kecanduan, kadang banyak cowok yang ga ngerti sama “kenapa cewe suka drama korea sih?”, “nangis-nangis, cinta-cintaan, klasik banget ujungnya paling happy ending”, “apasih bagusnya cakep juga pada oplas semua” dan berbagai macam pandangan para cowo tentang itu.
Nah, ini sih menurut versi gua dan kebanyakan para kaum hawa yang suka suka suka.... drama korea hehehe tolong paami eh enggalah coba pahami aja J
  • Plot atau jalan cerita yang menarik dan unik

Semua cerita di film drama pasti tidak jauh dengan yang namanya urusan percintaan. Yang membedakan nya adalah para produser asal Korea menggunakan jalan cerita yang unik, menarik, atau lucu. Kadang-kadang ending ceritanya juga susah di tebak, happy ending atau bad ending. Jauh dengan konsep sinetron tanah air yang mengambil tema yang sama tapi ceritanya mudah sekali di baca.

  • Aktor dan Aktris Korea Sangat Menarik

Para pemain film atau drama Korea menjadi faktor penting kenapa pemirsa bisa jatuh cinta. Entah wajah mereka itu asli, palsu, atau setengah asli dan palsu, yang jelas kita begitu mudah untuk menyukainya. Ada sisi menarik tersendiri yang terpancar dari paras-paras khas Korea.
  • Episodenya nggak panjang-panjang amat
Drama Korea rata-rata memiliki 10 sampai dengan 25 episode saja. Mereka dengan sengaja memilih konsep cerita yang tidak terlalu panjang, dengan tujuan agar tidak membosankan dan lebih murah dari segi biaya produksi. Hmm.. kebayang nggak kalo drama Korea punya 1.523 episode, selayaknya sinetron di saluran tv kita, pasti capek nontonnya.
  • Emosi dan Chemistry
Kasarnya, film sedih disebut berhasil apabila penontonnya ikut berurai air mata. Begitu juga ketika filmnya bertemakan komedi. Film akan dikategorikan sukses jika pemirsanya, yang berasal dari berbagai negara, bisa ikut tertawa. Semua itu menjadi penanda betapa lekatnya emosi dan chemistry antara drama dengan pemirsanya. Dan drama Korea, banyak yang bisa menjangkau titik ini.
  • Pakaian atau Outfit Menarik
Baju yang dipakai para aktor atau aktris Korea tak kalah menarik perhatian. Kadang apa yang mereka kenakan bisa menjadi trend tersendiri. Mereka memang cukup modis, colorful, stylish, desainnya unik, motifnya cantik, dan bahannya terlihat begitu nyaman. Semua itu menjadi magnet untuk hampir semua bagian; ya bawahannya, atasannya, atau outwear-nya (jaket, cardigan, sweater, dsb).
                Dan sebenernya masih banyak banget alesan buat nagih nonton korea hehehhe tapi sisanya hmm coba deh nonton dulu drama korea nanti bakal tau apa aja yang buat nagih yakan? Girls? Korean lover heheheh

Sumber :

Kamis, 26 Mei 2016

Taman Spatodhea #Jagakarsa


hay, ini video buatan Numeric production
project yang insyaallah bakalan terus berkembang amin....
di Numeric production kita ada video-video mulai dari:

  • review taman 
  • review tempat makan 
  • cover music
  • DIY 
  • dan lalin-lain.
yeayyy ^^ tonton terus video buatan kami ya jangan lupa subscribe sama likenya juga ya makasih ^^

Sabtu, 07 Mei 2016

Tipe Kepemimpinan dan Teori Kepemimpinan

  • PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
Konsep “pemimpin” berasal dari kata “leader” dan “kepemimpinan” berasal dari kata “leadership”. Bennis mengatakan bahwa seorang pemimpin adalah seorang yang memimpin dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menunjukkan, mengorganisasikan, atau mengontrol usaha (upaya) orang lain atau melalui prestize, kekuasaan atau posisi. Menurut Gibson Kepemimpinan adalah suatu usaha untuk menggunakan gaya mempengaruhi dan tidak memaksa untuk memotivasi individu dalam mencapai tujuan. Sementara Stoner mengatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan pekerjaan anggota kelompok. Definisi umum kepemimpinan adalah cara atau teknik yang digunakan pimpinan dalam mempengaruhi pengikut atau bawahannya dalam melakukan kerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan. 
  • TIPE - TIPE KEPEMIMPINAN
Ada enam tipe kepemimpinan yang diakui keberadaannya secara luas.
1.      Tipe pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang otokratis adalah seorang pemimpin yang:
·         Menganggap organisasi sebagai milik pribadi
·         Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
·         Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata
·         Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat
·         Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya
·         Dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum)
2.      Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat:
·         Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya
·         Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya
·         Senang kepada formalitas yang berlebih- lebihan
·         Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan
·         Sukar menerima kritikkan dari bawahan
·         Menggemari upacara- upacara untuk berbagai acara dan keadaan
3.      Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang:
·         Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
·         Bersikap terlalu melindungi
·         Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif
·         Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
·         Sering bersikap maha tahu
4.      Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).

5.      Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
·         Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati nurani, asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
·         Organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing- masing anggota.
·         Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
·         Seorang pemimpin yang memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya
6.      Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
·         Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk termulia di dunia
·         Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya
·         Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya
·         Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
·         Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan
·         Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin
·         Para bawahannya dilibatkan secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.
           TEORI - TEORI  KEPEMIMPINAN
1.      Teori Sifat Kepemimpinan (Traist Theory)
Teori ini bertitik tolak dari asumsi bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sisfat-sifatnya. Sifat tersebut dapat berupa sifat fisik maupun sifat psikologis. Dari hasil penelitian Charles dan David disimpulkan bahwa, ada Lima sifat yang dapat menyebabkan keberhasilan kepemimpinan, yaitu :
a)      Intelegensia : Para pemimpin pada umumnya relatif harus lebih cerdas dari orang orang yang dipimpinya.
b)      Visioner : Pemimpin harus memiliki kematangag dan keluasan pandangan sosial. Secara emosional para pemimpin harus mampu melihat suatu masalah secara utuh dan memiliki control yang baik dalam mengendalikan kondisi yang kritis.
c)      Percaya Diri : Pemimpin harus memiliki kepercayaan diri dan keyakinan terhadap diri sendiri yang didukung oleh kemampuan untuk menganalisis potensi, kekuatan, kelemahan dan yang dimiliki sehingga dapat memaksimalkan potensi dalam dirinya dan mengantisipasi kekurangan yang dimiliki
d)     Motivasi : Pemimpin memiliki dorongan semangat yang sangat kuat dari dalam dirinya untuk senantiasa tampil sebagai solusi dari setiap permasalahan yang ada, dan memiliki konsep problem solving yang jelas terhadap suatu masalah yang dihadapi
e)      Komunikatif : Pemimpin harus memiliki kemampuan melakukan hubungan dan komunikasi dengan setiap orang dengan tipe apapun. Hal yang harus difahami bahwa untuk mencapai suatu tujuan harus didukung oleh orang lain sehingga seorang pemimpin harus memiliki kemampuan memahami individu yang dipimpinnya.
2.      Teori Situasional (Situasional Theory)
Teori ini berpendapat bahwa keberhasilan seorang pemimpin disebabkan oleh situasi yang ada disekitarnya, bukan karena sifat-sifatnya, bole dikatakan bahwa teori ini mengamsusikan bahwa seorang pemimpin dapat berhasil karena “ kebetulan” situasi disekitarnya mendukung. Menurut teori ini, ada beberapa faktor yang menjadikan seorang pemimpin berhasil secara kebetulan :
a)      Sejarah organisasi : seorang pemimpin berhasil karena dia kebetulan memimpin organisasi yang awalnya sudah berhasil dan memiliki nama besar, bukan karena prestasi dia sebagai pimpinan di organisasi tersebut.
b)      Umur dari Pejabat lama : seorang pemimpin menjadi berhasil karena adanya “warisan” dari pemimpin sebelumnya yang kebetulan menjadi seniornya dan karena masa kepemimpinan pimpinan yang lama telah usai, maka dialah yang berhak mewarisi kepemimpinan tersebut dengan segala nama besar pemimpin sebelumnya.
c)      Masyarakat Sekitar : Secara kebetulan masyarakat yang dipimpinnya adalah masyarakat yang turut dan patuh terhadap apapun yang menjadi keputusannya
d)     Beban Kerja : Seorang pemimpin dinilai berhasil karena kebetulan beban kerja yang menjadi tanggungjawabnya sangat ringan dan tidak memiliki tantangan sedikit pun sehingga dengan mudah diselesaikan tanpa halangan sedikitpun.
e)      Susana Psikologis : Pemimpin juga biasanya secara kebetulan diuntungkan oleh bawahan yang dipimpin, ada kalanya seorang pemimpin hanya membawahi orang-orang “biasa “ yang menerima segala sesuatu apa adanya dan sama sekali tidak memiliki daya kritis sedikit pun terhadap kebijakan yang ada dalam organisasi, sehingga organisasi dalam keadaan terkendali dan pemimpinnya dianggap berhasil
f)       Jenis Organisasi : Keberhasilan Pemimpin juga karena kebetulan organisasi yang dipimpin hanya dalam skala kecil sehingga masalah yang dihadapi tidak kompleks, bahkan hampir dikatakan organisasi yang dipimpinnya tidak pernah menemui kendala sedikitpun
g)      Ketersediaan Waktu : Kepemimpinan seseorang dianggap berhasil karena kebetulan dia mengambil keputusan yang tepat, ini karena waktu yang digunakan untuk memutuskan sesuatu sangat luas dan tidak mendesak sehingga keputusan yang diambil dapat dipikirkan dengan tenang, lain halnya bila waktu yang dibutuhkan untuk memutuskan sesuatu sangat sempit dan mendesak, pasti hasilnya tidak maksimal.
3.      Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu
·         Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
·         Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
·         Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
·         Norma yang dianut kelompok;
·         Rentang kendali;
·         Ancaman dari luar organisasi;
·         Tingkat stress;
·         Iklim yang terdapat dalam organisasi.
Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:
a.      Model kontinuum Otokratik-Demokratik
Gaya dan perilaku  kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol  ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai  perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.
b.      Model ” Interaksi Atasan-Bawahan”
Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan.Seorang  akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila:
- Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik;
- Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi;
- Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.
c.  Model Situasional
Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah : Memberitahukan; Menjual; Mengajak bawahan berperan serta; Melakukan pendelegasian.
d.      Model ” Jalan- Tujuan “
Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut   harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.
e.       Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” :
Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya.
Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.


Sumber :